Senin, 08 November 2010

Pertarungan CDI Unlimiter: CDI Rextor, CDI BRT, XP 202, CDI Cheetah

OTOMOTIFNET – Setelah sebelumnya melakukan tes optimalisasi bahan bakar dengan berbagai macam produk pengirit bahan bakar yang di rancang oleh Hendry Martin, ST. Kali ini Otonetters, komunitas member di Forum OTOMOTIFNET.COM kembali mengibarkan bendera Otoneters Indepnedent Tester dengan melakukan pengetesan CDI programmable untuk Honda Supra X125.
Sekaligus dipilih 4 merek dalam pengetesan ini yaitu BRT, Rextor, XP202 dan Cheetah Power. Syaratnya harga jual masing-masing CDI yang diiukutkan dalam komparasi ini harus tidak lebih Rp 500 ribu. Harga ini paling ideal untuk kebutuhan korek harian atau sekedar plug & play pada motor dengan spek standar.
Pengetesan CDI berlangsung cukup panjang dari akhir Februari hingga awal April ini. Panjangnya waktu disebabkan ada empat variable pengetesan yang dites secara terpisah. Yaitu, peak rpm untuk mencari siapa yang punya limiter paling tinggi. Kemudian ada tes akselerasi dengan menggunakan alat ukur Racelogic.
Dilanjutkan dengan melakukan tes konsumsi bahan bakar dan terakhir tes power dan torsi dengan dyno tes. Tujuan pengetesan ini dalam beberapa tahapan terpisah, bukan untuk mencari siapa yang terbaik diantara keempat CDI tersebut. Tapi lebih berfungsi untuk memetakan mana yang terbaik sesuai kebutuhan konsumen. Mengingat tiap CDI memiliki karakter yang berbeda satu sama lain.
Motivasi konsumen dalam memilih CDI pun berbeda-beda. Ada yang mengganti CDI sekedar karena mencari tenaga besar tapi ada juga yang hanya ingin akselerasi motornya makin ngacir atau malah ingin konsumsi bahan bakarnya semakin irit. So, mari ikuti ringkasan dari empat proses pengetesan ini.
Pengetesan ini dilakukan pada sebuah Honda Supra X125 pinjaman dari PT Astra Honda Motor (AHM) dalam kondisi benar-benar baru dan standar tanpa ubahan apapun. Juga dipilih tiga tester untuk menjalani semua rangkaian pengetesan. Dua dari member Forum OTOMOTIFNET.com (Bintang Pradipta dan Spidlova) dan satu wakil dari redaksi OTOMOTIFNET.com (Popo).
Dalam keseluruhan pengetesan ini digunakan kurva yang telah direkomendasikan oleh masing-masing produsen CDI. BRT meminta klik kurvanya disetting di posisi angka 8 yang artinya timing pengapian di atur pada 35 derajat sebelum titik mati atas. Rextor memilih kurva ditaruh di posisi angka 0. Sedang Cheetah Power menyarankan untuk menggunakan kurva pertama. Dan XP202 karena tidak memiliki pilihan kurva maka langsung colok.
Pengetesan Tahap 1 : Siapa Limiter Tertinggi?
Bertempat di bengkel Otomotif Service Station (OSS), pengukuran dilakukan dengan rpm meter merek BRT. Suhu mesin dipatok 70 derajat celcius dengan toleransi 5 derajat celcius. Masing-masing CDI dapat giliran digeber dua sampai tiga kali. Hasilnya saat di gas pada putaran mesin( rpm) paling tinggi, semua CDI ini mampu membuat mesin berteriak lebih dari 12.000 rpm. Bandingkan dengan CDI standar yang hanya bermain di angka 9.000 rpm.
CDI Standar = 9.841 rpm
CDI BRT Neo Click = 12.930 rpm
CDI Cheetah Power CP 400 = 12.700 rpm
CDI XP = 12.400 rpm
CDI REXTOR = 12.280 rpm

Pengetesan Tahap 2: Siapa Akselerasi Tercepat?

Bertempat di depan kantor OTOMOTIFNET.com pengetesan akselerasi dimulai pada jam 11 malam saat kondisi jalan sudah benar-benar lengang. Panjang lintasan sekitar 300 meter, 200 meter untuk pengetesan dan 100 untuk jarak pengereman. Panjang trek ini mirip panjang lintasan drag bike yang panjangnya 201 meter.
Kondisi mesin tetap standar tanpa ubahan apapun. Dan semua tester (Bintang pradipta, Spidlova dan Popo) punya kesempatan 2 kali running untuk tiap CDI. Hasil di bawah ini diambil catatan waktu terbaik untuk 100m dan 200m. Catatan waktu selama pengetesan ini diukur dengan alat ukur Racelogic.
CDI Standar
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100     10.0
0-200     14.7
Bintang Pradipta
0-100     11.7
0-200     16.7
Popo
0-100     09.0
0-200     14.1

CDI BRT Neo Click
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100     10.3
0-200     15.1
Bintang Pradipta
0-100     09.4
0-200     14.2
Popo
0-100     08.5
0-200     13.3

CDI Cheetah Power CP 400
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100     08.1
0-200     12.9
Bintang Pradipta
0-100     09.6
0-200     14.6
Popo
0-100     09.3
0-200     14.4

CDI XP
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100     09.5
0-200     14.4
Bintang Pradipta
0-100     09.7
0-200     14.6
Popo
0-100     09.1
0-200     14.0

CDI REXTOR
Spidlova
Distance(m) Time(s)
0-100     10.6
0-200     15.4
Bintang Pradipta
0-100     09.6
0-200     14.5
Popo
0-100     09.2
0-200     14.1

Pengetesan Tahap 3: Sipa Konsumsi Bahan Bakar Teririt?

Pengukuran konsumsi bahan bakar dilakukan dengan menggunakan burette (gelas ukur), cara pengetesannya dengan melihat siapa yang paling cepat menghabiskan 100ml bensin. Secara sederhana dari hasilnya bisa dilihat, yang cepat habis berarti boros sedang yang lama abisnya berarti irit.
Saat pengetesan motor dalam keadaan diam dengan suhu mesin dipatok pada kurang lebih 70 derajat celcius. Dan putaran mesin dibuat statis pada 5000rpm. Pengukuran dilakukan dengan 3 stopwatch yang dipegang oleh Arseen lupin, Nanda, dan David. Didapat hasil rata-rata sebagai berikut:
CDI Standar : 1 menit 16 detik
CDI BRT Neo Click : 1 menit 25 detik (penghematan 11,84%)
CDI Cheetah Power CP 400 : 1 menit 22 detik (penghematan 7,89%)
CDI XP : 1 menit 15 detik (lebih boros 1,31%)
CDI Rextor : 1 menit 17 detik (penghematan 1,31%)

Pengetesan Tahap 4: Siapa Power Tertinggi?

Test terakhir ini dilakukan di dynamometer bermerek Dyno Dynamic milik bengkel Khatulistiwa dikawasan Jl Pramuka, Jakarta Timur. Pengetesan dyno dilakukan tanpa ubahan apapun pada motor. Bahkan settingan angin dan bensin pada karburator dibuat seragam meski gonta ganti CDI. Pengetesan dilakukan 2 kali, dengan spuyer standar dan dengan spuyer yang sudah naik satu step dari standar. Ukuran 35/75 menjadi 38/78.
CDI juga tetap menggunakan pilihan klik/kurva yang sama dengan 3 test sebelumnya. Pada pengetesan ini suhu mesin dipatok seragam pada 90 derajat celcius sebelum mesin digas. Berkat blower yang dipasang di dekat blok silinder suhu mesin selama pengetesan bisa stabil dikisaran 100-110 derajat celcius. Dan tiap CDI punya kesempatan 5 kali run. Hasil yang diperoleh cukup mencengangkan.
Sesi pertama tanpa jeting
Max Power CDI Standar : 8 dk
Max Power CDI XP : 7,8 dk
Max Power CDI Rextor : 7,9 dk
Max Power CDI Cheetah Power : 7,3 dk
Max Power CDI BRT : 7,7 dk

Sesi kedua dengan jeting

Max Power CDI Standar : 7,4 dk
Max Power CDI XP : 6,1 dk
Max Power CDI Rextor : 7,5 dk
Max Power CDI Cheetah Power : 6,8 dk
Max Power CDI BRT : 7,3 dk

Kompresi Tinggi


2236bolt-on-blok-istimewa.jpgModif mesin kompresi tinggi masih diminati para pecinta kecepatan. Oleh sebab itu, Chandra Sopandi spesialis rombak dapur pacu kembali menetaskan temunnya berupa paket head high comp khusus buat Jupiter-Z.

Beraninya dia mengklaim kompresi tinggi, lantaran pemilik bengkel bubut Master Tjendana itu sudah mengukur paket yang sudah diterapkan ke Jupiter hingga memiliki perbandingan kompresi 21 : 1. Wah tinggi amir, seperti mesin diesel aja.

Chandra yang buka bengkel di Jl. Pagarsih, No. 146, Bandung itu juga sudah geser sudut klep. Sudah terapkan klep lebar 26/23 mm. Bos phosforbronze dan sitting klep albronze.

Paket dibanderol Rp 1,750 juta itu juga sudah dilengkapi piston Izumi diameter 52 mm atau oversize 100 berikut ring piston. Bentuk kepala piston agak tinggi juga jenong dan sudah diseting lubang klep di kepala piston. Makanya diukur pakai buret hingga hasilnya bisa setinggi itu.

“Sengaja dibikin tinggi. Maksudnya biar user bisa atur lagi kompresi dengan cara mengatur ulang tinggi kepala piston dan lubang payung klep di piston. Kan kompresi bisa turun. Yang repot itu kalau mau naik kompresi. Harus tambah daging,” lanjut Chandra.

Karburator PE 28 di Yamaha Scorpio

Sebenarnya ulasan tentang Karburator alternatif pengganti karburator tipe Vacuum di Yamaha Scorpio sudah sering diulas dibeberapa media cetak. Namun kami coba merefresh kembali ulasan ini sebagai informasi bagi rekan-rekan yang mungkin terlewat atau yang kebetulan sedang cari informasinya.

Yamaha Scorpio dari pabrikannya memang mengadopsi karburator tipe Vacuum yang dikenal efisien. Cara kerjanya beda dengan Karbu konvensional pada umumnya. Pada Karburator tipe Vacuum, gerak naik turunnya skep dimainkan oleh karet membran yang punya bahasa kerennya yaitu DIAPRAGHM (code: 5BP-14940-00) Gbr. 1 Part no.18. Beda dengan konvensional, dimana naik turunnya skep langsung digerakan oleh tarikan kabel throttle.

carburetor-scorpio1Karburator tipe vacuum sangat mengharuskan kebersihan udara yang masuk. Sehingga tidak disarankan filter udara dilepas bila menggunakan karbu vacuum. Kebersihan filter pun perlu dijaga. Kenapa demikian? karena bila udara yang masuk membawa partikel debu. Selain akan menutup lubang-lubang main jet/pilot jet. Partikel debu itupun rentan menggores dinding skep yang terlapis lapisan teflon hitam. Selain partikel debu, akibat umur pemakaian pun dinding skep berlapis ini lama kelamaan akan tergores. Akibatnya ke-vacuum-an menjadi berkurang, sehingga naik turunnya skep tidak lagi sempurna. Dampak yang terasa adalah motor terasa "endut-endut" an disaat RPM rendah. Yang bikin "bete" disaat jalan macet, seperti naik kuda karena motor tidak berjalan mulus di RPM rendah.
Selain skep yang tergores akibat kotoran/partikel debu, umur pemakaian dan penangan yang salah saat melakukan service seringkali membuat membran Vacuum tergores dan robek. Bila robekan karet Vacuum kecil selubang jarum, masih bisa diakali dengan tetesan lem powerglue sedikit saja asal menutup lubang tsb. Tujuannya agar ke-vacuum-an tetap bisa diperoleh. Yang akan membuat kerja naik turun skep tidak terpengaruh.
Namun bila kedua part tersebut yaitu Skep yang tergores parah (hilangnya lapisan teflon hitam) dan karet vacuum yang berlubang bahkan robek. Fungsi karburator dijamin tidak lagi sempurna. Motor tidak enak untuk dibawa pada RPM rendah, bensin jadi boros sehingga tidak lagi efisien. Bila sudah demikian tidak ada pilihan lain selain LEM BIRU "lempar beli baru". Namun jangan kaget bro saat memutuskan untuk beli baru. Part yang ber nomor urut 18 dalam gambar di atas, memiliki harga jual senilai Rp.671,000 per 1 Feb 2010. Alternatif lain, mengganti karet membran dengan produk KW alias imitasinya seperti yang diulas dalam web ini juga hanya seharga 10% dari harga original. Namun hanya dapat karetnya saja tidak berikut skep-nya. Tapi tetap saja, hasilnya masih jauh dari kesempurnaan.
Bukan orang Indonesia namanya bila tidak punya solusi. Alternatif lain adalah mengganti Karburator dengan tipe lain. Ada karbu-pe28beberapa Karburator yang dijadikan alternatif pilihan. Misalkan Karburator Rx King berventuri 26, Karbu NSR SP PE28, PWK, PWL dsb. Kembali semua kepada urusan kantong, kemudahan pemasangan dan penyetingan.
Dari acuan di atas, pilihan banyak dijatuhkan kepada Karburator tipe PE 28. Namun karena sangat laris dipasaran, produk ini banyak versinya. Dari versi original masih dikisaran 2 juta lebih, versi Thailand sekitar 500-600rb atau versi cungko dibawah 500rb. Tentunya "ono harga ono rupo" kata wong jawi….. Nanti disesi lain akan kami berikan tips mencirikan mana produk asli, mana yang Thailand dan mana yang cungko.

Karbu PE 28 Thailand banyak yang menjadi pilihan. Selain harga masih relatif terjangkau, barang mudah ditemui dipasaran, dan setingnya masih cukup relatif mudah. Untuk bisa men"cangkok" sang PE 28 di intake manifol Yamaha Scorpio perlu dibuatkan karbu-pe28-di-scorpio1adaptor. Fungsinya agar mangkuk karbu tidak mentok dengan starter elektric Yamaha Scorpio. Ketebalan adaptor sekitar 1-1.5cm dengan bahan terbuat dari alumunium. Namun perlu diingat, saat membuat adaptor perlu dibuatkan untuk pemasangan o-ring seperti halnya yang terdapat pada intake manifold. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kebocoran.

karbu-pe28-di-scorpio2Karbu PE 28 cukup diminati, karena sistem konvensional diakui memiliki tingkat responsifitas yang cukup tinggi dibanding model Vacuum. Paling disukai oleh para rider yang suka kecepatan. Naik turun skep dimainkan oleh tarikan kabel gas akibat buka-tutup grip throttle. Walau diakui bahwa walau pemasangan relative mudah, namun butuh setingan yang pas agar enak dipakai untuk harian. Penggantian "jetting" untuk main jet dan pilot jet menjadi suatu keharusan. Disini yang terkadang membuat sebagian orang putus asa. Karena motor menjadi boros, akibat tidak diperoleh keakuratan setingan karbu. Memang untuk setingan karbu yang benar adalang menggunakan alat guna mengukur AFR (Air Fuel Ratio) sehingga bisa dengan tepat menentukan perbandingan antara Udara dan Fuel/Bensin.

Namun untuk memudahkan acuan seting, ada yang memperoleh setingan yang pas pada ukuran mainjet 115 dan pilot jet 42 dengan putaran airscrew, satu seperempat setelah diputar mentok ke kanan. Tentunya kondisi motor masih dalam keadaan standar alias belum dioprek seperti polish dsb. Sehingga bila sudah mengalami perubahan, tentunya akan beda lagi setingan tersebut sesuai kebutuhan mesin.
Silakan bereksperimen demi memuaskan hasrat meng-oprek sang kalajengking

Bikin CB

“Bikin cb” maksudnyah apa? ..itu lho nge-tuning cb ..halah apa ya..bahasa nyang pas,wis pada intinya bikin mesin honda cb jadi kenceng lah .,lha gimana gak kwenceng lha rgr korek pada jaman kejayaanya dulu aja pernah di “habisin” ama cb nganjuk,sayangnyah pada jaman segitu gw masih smp,blum kenal ama bloging,jadi gak ada skrinsyut apalagi pablising kek gini :-D ..
Sementara itu
..
Berawal dari kenal di blog ini jugak , akirnya gw kesampean bisa maen2 ke bengkel bima speed nganjuk..lha ndilalah..(kebetulan;red) pas dengan rasa penasaran gw tentang cb nganjuk nyang gw ceritakan diatas
Pas gw kesana,,pas lg on the way , gw sempet nanya2,,maklum soale alamat yg gw dapet belum begitu jelas :-D tapi keknya kok mudah banget , hampir semua nyang gw tanya udah pada tau bengkelnya bro b’gox punggawa bima speed ..
Setelah masuk ke perempatan.. nyang agak lumayan jauh masuknya,, Akirnya nyampe juga di bengkel punyanya bro b’gox :-)
Pas sore2 itu juga akirnya gw bisa ketemu ama crew bima speed beserta bro joko dan tentunya juga bisa nyantai ngobrol bersama tuner dan dedengkot bima speed..mas b’gox(nick name) :-D (tengkiu mas bro semua for sharingnyah)
Pas gw kesana,,crew bima speed ternyata habis pulang dari sleman,,ikutan even dragbike sleman (8agustus09),.,gak cuma sekedar ikutan even dragbike,,,dari sleman ja-teng sono ternyata suxes menyabet jawara 4tak 200cc ,. Sambil santai ngobrol gw masuk ke bengkel nge-deketin motor drag ., warna rangka biru ., namanya motor drag ya trondol abiez ., sampe gak habis pikir gmana cara bawanya yak :-D
..
setelah agak lama di bengkel gw baru liat ., lha itu piala bejibun disitu darimana aja?ya banyak piala disitu akirnya cuma disebutken sebagian aja..ya cuman yang ke inget2 aja bro :-D
Dari beberapa motor drag bike disitu sesuai rasa penasaran gw akirnya gw tertarik ama cb 125 taun 1973 . . trondol abiz ,, dilabur cat deep blue Setelah itu gw minta info spek nya ., zaap nih dia spek engine nya
“si badai biru”CB125
SPEK PENGAPIAN
KOIL : SMASH 110
MAGNIT KIT : LIMBAH SINGAPURA
CDI : BRT
SPEK ENGINE : KRUK AS:MEGA PRO STROKE 68,mm BLOK KOP : HONDA TIGER
KLEP : in 31 ex 27
PISTON : SONIC SET 61 mm
NOKEN AS : GL PRO PLATINA(LIF T IN 8,5m EX 8,1mm ) KARBU :KEIHIN PWK 36
GIGI RASIO : I.13-36, II.17-32, III.20-28, IV.23-25, V.25-24 FINAL GEAR

Senin, 01 November 2010

PERATURAN DRAG BIKE



DRAG BIKE adalah kejuaraan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi yang dilakukan didalam sebuah lintasan pacu aspal yang tertutup yang terdiri dari dua buah jalur lurus sejajar dengan panjang yang sama.
I. LINTASAN UNTUK DRAG BIKE
  1. Lintasan terdiri dari dua buah jalur dengan lintasan pacu dari Garis Start sampai dengan Garis Finish sepanjang 201 meter dan panjang lintasan pengereman sepanjang 201 meter.
  2. Lebar lintasan pacu minimal 4 meter tiap jalur.
  3. Lintasan harus bebas dari halangan/hambatan, dengan kondisi jalur aspal yang datar dan rata.
  4. Lintasan pacu dan pengereman harus diberi pemisah jalur yang tidak menghalangi pandangan dengan ban atau karung dengan tinggi minimal 60 cm.
  5. Lintasan pacu dan pengereman yang berbatasan dengan penonton wajib dipisahkan dengan pagar pembatas yang tertutup rapat, Minimal 1,5 meter dari tepi jalur lintasan.
  6. Dibelakang garis start harus disediakan daerah untuk persiapan, line up dan start dengan minimal panjang 10 meter.
II. PESERTA
  1. Peserta wajib memiliki Kartu Izin Start untuk Kategori Balap Motor.
  2. Setiap peserta hanya diijinkan untuk mengikuti maksimal 3 kelas Utama.
  3. Setiap peserta diwajibkan memakai satu nomor start di setiap kelas yang diikuti.
  4. Setiap peserta hanya boleh mendaftar satu kali di kelas yang sama.
  5. Setiap peserta wajib mendaftar minimal satu kelas di Kelas Utama.
  6. Penggantian peserta sesudah scruttinering dilarang keras.
III. KELAS-KELAS UTAMA
Kelas-kelas Utama yang dilombakan untuk Kejuaraan Nasional Drag Bike adalah :
  1. Kelas Campuran 250 cc 2 Langkah Tune Up
  2. Kelas Bebek 125 cc 4 Langkah Tune Up
  3. Kelas Sport 150 cc 2 Langkah Tune Up
  4. Kelas Bebek 125 cc 2 Langkah Tune Up.
Adapun kelas-kelas lainnya merupakan Kelas Pendukung. IV. BATAS KAPASITAS SILINDER
Kelas Campuran 250 cc 2 Langkah Tune Up : 80 cc s/d 250 cc
Kelas Bebek 125 cc 4 Langkah Tune Up : 80 cc s/d 130 cc
Kelas Sport 150 cc 2 Langkah Tune Up : 135 cc s/d 155 cc
Kelas Bebek 125 cc 2 Langkah Tune Up : 80 cc s/d 125 cc
V. TATA CARA LOMBA
  1. Lomba dilaksanakan dalam 2 heat.
  2. Urutan start Heat kedua berdasarkan hasil dari Heat Pertama. Waktu terkecil pertama start dahulu, dilanjutkan urutan waktu terkecil kedua dan
    seterusnya.
  3. Pada saat peserta masuk ke area starting, peserta akan ditentukan panitia jalur mana yang akan dipergunakan peserta tersebut (jalur A atau B),
    dengan jalur yang berbeda setiap heat.
  4. Peserta wajib membawa kendaraannya dan hadir ditempat start sesuai dengan jadwal start untuk kelas tersebut.
  5. Peserta yang terlambat hadir 5 menit setelah peserta terakhir didalam kelas tersebut dianggap mengundurkan diri.
  6. Tidak diperbolehkan memperbaiki kendaraan di area starting.
  7. Tidak diperbolehkan memindahkan gigi dengan tangan.
  8. Kedua tangan harus memegang stang kendaraan dan tidak diperbolehkan mengangkat kaki, baik sebelah maupun kedua-duanya keatas jok.
  9. Peserta yang mencuri start langsung dikenakan sanksi Diskualifikasi.
  10. Start dilakukan dalam keadaan mesin hidup/menyala.
  11. Perlombaan ini terdiri dari dua heat yang mengambil waktu tempuh tercepat dalam detik dan pecahannya (Best time).
  12. Pencatatan waktu dilakukan digaris Finish yang dilakukan dengan alat cetak dan didukung pencatatan biasa (alat cetak waktu bukan suatu keharusan).
  13. Hasil waktu tempuh peserta yang dikeluarkan oleh kamar hitung adalah mutlak dan tidak dapat diprotes/diganggu gugat.
  14. Jika terjadi nilai waktu yang sama, pemenang ditentukan dari catatan waktu yang terbaik di heat kedua.
  15. Bila masih sama, untuk menentukan pemenang dilihat dari kapasitas cc yang lebih kecil.
  16. Ada atau tidaknya suatu protes panitia berhak memerintahkan pembongkaran mesin kendaraan peserta. Sanksi : Diskualifikasi.
VI. PENGHENTIAN LOMBA DAN RESTART.
Jika lomba harus dihentikan, baik karena ada kecelakaan, cuaca yang tidak mengijinkan atau munculnya situasi yang membahayakan apabila lomba diteruskan, maka Pimpinan Perlombaan akan mengumumkannya di garis start. Batas waktu 30 menit setelah lomba dihentikan, diadakan pemantauan situasi bersama Dewan Juri.
Keputusan untuk menghentikan lomba (dengan alasan apapun), merupakan wewenang Pimpinan Perlombaan atau Dewan Juri. Apabila Pimpinan Perlombaan tidak di tempat, dapat dilakukan oleh Wakil Pimpinan Perlombaan.
Apabila lomba dihentikan ketika start baru diselesaikan 3 pembalap atau kurang maka :
  1. Lomba sebelum dihentikan dinyatakan batal.
  2. Semua Pembalap yang mengikuti lomba dapat melakukan restart.
  3. Jika lomba tidak mungkin dimulai kembali, maka lomba tersebut dianggap tidak dilaksanakan dan para Pembalap tidak mendapat point kejuaraan.
  4. Restart harus sudah dilakukan selambat-lambatnya 30 menit setelah penghentian lomba.
Apabila lomba dihentikan setelah start diselesaikan 3 pembalap atau lebih, tetapi di bawah 2/3 dari jumlah peserta yang terdaftar di kelas tersebut, maka :
  1. Bagian dari lomba sebelum dihentikan dinyatakan sah dan merupakan bagian dari lomba secara keseluruhan.
  2. Hasil bagian sebelum lomba dihentikan diambil /dihitung saat para pembalap menyelesaikan start secara penuh tanpa ada tanda Bendera Merah.
  3. Dengan demikian maka :
    1. Pembalap yang diperbolehkan melakukan restart, adalah mereka yang belum melakukan start di bagian lomba sebelum dihentikan.
    2. Pembalap diperbolehkan melakukan perbaikan pada motornya.
    3. Restart harus dilakukan selambat-lambatnya 30 menit setelah lomba dihentikan.
    4. Apabila restart tidak mungkin dilaksanakan dan lomba dinyatakan selesai sampai saat dihentikan, maka point/nilai kejuaraan yang diberikan kepada para pemenang adalah setengah dari point kejuaraan yang tercantum dalam Peraturan Pelengkap. Apabila 2/3 dari jumah lap yang tercantum dalam Peraturan Pelengkap telah diselesaikan, maka :
      1. Lomba dinyatakan selesai.
      2. Posisi/Peringkat Pembalap ditentukan oleh hasil masing-masing Pembalap s/d saat dihentikan.
      3. Point/nilai kejuaraan diberikan secara penuh.
VII. POINT DAN HADIAH UNTUK SETIAP KELAS UTAMA :
POINT/ANGKA/NILAI KEJUARAAN.

  1. Point/angka diberikan kepada pemenang :
    1. Tiap Heat : pada lomba yang terdiri dari beberapa Heat.
    2. Peserta akan kehilangan seluruh point yang diraihnya apabila memanipulasi data nama asli sesuai kartu pengenal sah, umur, domisili, kategori maupun data lainnya. Dilarang keras memakai nama panggilan, alias maupun julukan.
    3. Tiap Putaran perlombaan dari suatu rangkaian seri kejuaraan.
  2. Point/angka yang diberikan kepada pemenang adalah :
  3. Pemenang ke 1 - 25 Pemenang ke 8 - 8
    Pemenang ke 2 - 20 Pemenang ke 9 - 7
    Pemenang ke 3 - 16 Pemenang ke 10 - 6
    Pemenang ke 4 - 13 Pemenang ke 11 - 5
    Pemenang ke 5 - 11 Pemenang ke 12 - 4
    Pemenang ke 6 - 10 Pemenang ke 13 - 3
    Pemenang ke 7 - 9 Pemenang ke 14 - 2
    Pemenang ke 15 - 1
  4. Hadiah :
    • Juara I Rp. 1.250.000,- + Piala
    • Juara II Rp. 1.000.000,- + Piala
    • Juara III Rp. 800.000,- + Piala
    • Juara IV Rp. 600.000,- + Piala
    • Juara V Rp. 400.000,- + Piala
  5. Hadiah uang tersebut dibagikan dengan ketentuan :
    1. Keseluruhan hadiah uang tersebut diatas dibagikan apabila jumlah pembalap yang mengikuti kelas tersebut sekurang-kurangnya 15 peserta.
    2. Apabila jumlah pembalap yang mengikuti kelas tersebut 12 peserta atau lebih tetapi kurang dari 15 peserta, hadiah uang hanya diberikan kepada
      Juara I, II, III. Sedangkan Juara IV dan V hanya menerima Piala saja.
    3. Apabila jumlah pembalap yang mengikuti kelas tersebut hanya 8 peserta atau lebih tetapi kurang dari 12 peserta, maka hadiah uangnya hanya diberikan kepada juara I, sedangkan Juara II – IV hanya menerima Piala saja.
VIII. BIAYA PENDAFTARAN
Biaya pendaftaran maksimal sebesar Rp 200.000,-
IX. SPESIKASI GERBANG START DAN LAMPU START
  1. Lampu berada ditengah lintasan berjarak 3-4 meter dari garis/gerbang start dengan ketinggian 2–2,5 meter dari permukaan lintasan.
  2. Garis start berupa 2 garis lurus sejajar melintang dilintasan dengan jarak 50 cm pada saat peserta melakukan start roda depan berada diantara 2 garis tersebut dalam keadaan diam/statis.
  3. Sensor jump start sejajar dengan garis luar (pasal 8.2)
  4. Start dilakukan pada saat lampu merah padam (apabila mengunakan lampu merah) atau pada saat lampu hijau menyala (apabila mengunakan
    system Chrismas Tree).
X. PERATURAN TENTANG TEKNIK MOTOR DRAG BIKE
Kendaraan yang diperbolehkan turut serta adalah semua sepeda motor yang diproduksi negara Asia, kecuali pada kelas Campuran.
Untuk semua kelas, ketentuan masalah teknik kendaraan yang boleh dirubah atau diganti adalah :
  1. Kapasitas mesin sesuai dengan kelasnya masing-masing.
  2. Pelek depan dan belakang diperbolehkan diganti dengan minimum 16 inci dan maksimum 19 inci dan merupakan pelek untuk sepeda motor.
  3. Ban bebas, baik slick maupun non slick. Akan tetapi harus mempunyai kedalaman minimal 2 mm dan merupakan ban untuk sepeda motor, dengan ukuran minimal 2.00.
  4. Ukuran-ukuran ban minimal 50/90 – 17 depan
  5. Ukuran-ukuran ban minimal 60/90 – 17 belakang
  6. Spatbord depan harus terpasang boleh dirubah/diganti.
  7. Rem depan dan belakang harus terpasang dan berfungsi sempurna.
  8. Rangka diperbolehkan dibor, dengan batasan minimal 10 cm dari sambungan rangka.
  9. Suspensi depan dan belakang boleh dirubah atau diganti, akan tetapi sistem suspensi depan harus merupakan jenis telescopic dengan hydroulic atau friction dumping dan tidak membahayakan peserta. Diperbolehkan memasang stabilisator.
  10. Suspensi depan mempunyai spasi gerak peredaman minimal 5 cm.
  11. Panjang atas sisa as suspensi depan tidak boleh menonjol lebih dari 5 cm di atas stang dan diberi tutup pengaman.
  12. Suspensi belakang boleh dirubah atau diganti dari suspensi ganda menjadi monoshock atau sebaliknya dari monoshock menjadi ganda.
  13. Tangki bahan bakar boleh dirubah atau diganti tetapi harus terpasang dengan kuat pada rangka dan bahan bakar tidak mudah tumpah, di mana pengganti tangki tidak boleh terbuat dari bahan plastik (tabung oli, jerigen dan lain-lain dilarang, kecuali bawaan dari pabrik) dan harus mempunyai katup/ kran pembuka dan penutup.
  14. Tangki bahan bakar tidak boleh merupakan bagian dari kerangka/frame kendaraan.
  15. Wajib memasang tombol cut off (pemutus arus) untuk mematikan mesin.
  16. Jok boleh dirubah atau diganti dan dirancang supaya pengendara aman dan nyaman duduk pada posisinya, harus terpasang kuat dengan ketebalan minimum 3 cm, serta harus mempunyai rangka tersendiri.
  17. Posisi pijakan kaki/footstep boleh dirubah atau diganti.
  18. Pipa knalpot boleh diganti, tetapi panjangnya ke belakang tidak melebihi ban belakang dan tidak mengenai pengendara, tangki bahan bakar atau ban.
  19. Ujung stang/handlebar harus tertutup karet, sedangkan ujung batang handle rem dan kopling harus bundar, tidak boleh lancip dan runcing.
  20. Diperbolehkan untuk melakukan modifikasi/perubahan untuk seluruh bagian dalam mesin dan perseneling (gear box).
  21. Stang stir (pengemudi )boleh dirubah pakai system stang jepit.
  22. Kedudukan tempat pijak (footstep) boleh dirubah/dipindahkan kedudukannya .
  23. Wajib membuat papan nomor untuk didepan motor boleh rata atau melengkung.
  24. Berat kendaraan + pembalap sesuai dengan kelas-nya:
    Berat Kering (Tanpa bahan bakar)
    1. Kelas Campuran 250 cc 2 Langkah Tune Up : 125 kg.
    2. Kelas Bebek 125 cc 4 Langkah Tune Up : 115 Kg.
    3. Kelas Sport 150 cc 2 Langkah Tune Up : 125 Kg.
    4. Kelas Bebek 125 cc 2 Langkah Tune Up : 115 Kg.
    Balast atau pemberat harus berupa lempengan timah yang terikat dengan sempurna pada rangka tengah motor
  25. Karburator bebas.
  26. System pengapian bebas
XI. LAIN-LAIN
  1. Apabila ada pasal yang membahas hal yang sama antara Peraturan Balap Motor dengan Peraturan Drag Bike maka yang digunakan adalah Peraturan
    Drag Bike.
  2. Apabila ada Peraturan yang belum tercakup di dalam Peraturan ini, semuanya mengacu kepada Peraturan Balap Motor, yaitu : Peraturan Dasar
    Olahraga Sepeda Motor Nasional berikut Lampiran-lampirannya.

DRAG BIKE : YAMAHA FINO TDR Kembali Pecahkan Rekor

Selasa, 9 Maret 2010
YAMAHA FINO TDR yang ditunggangin Eko Chodox, dragster Semarang kembali memecahkan rekor nasional 201 m dengan 7,568 detik, sekaligus mempertajam rekor sebelumnya di ajang TDR YSS Comet Drag Bike Seri ke-2, yang berlangsung di Stadion Maguwo Yogyakarta, Minggu lalu.
 
HASIL LENGKAP KEJUARAAN DRAG BIKE  TDR YSS COMET Seri ke-2 :          
 
KELAS 14 OMR SATRIA F 150 CC                        
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    39    DANANG UJM    YOGYAKARTA    UJM SUMBER URIP PUTRA    SATRIA FU    8,577
2    27    TAUFIK OMPONK    YOGYAKARTA    TECHNO DEVIL JURAGAN BAKO    SATRIA FU    8,803
3    170    BUDI JATMIKO    YOGYAKARTA    OJ ABEKURA GILA BALAP    SATRIA FU    8,828
4    5    Y. IRAWAN    YOGYAKARTA    PWR PUTU KERTO    SATRIA FU    8,830
5    87    ANTONIUS PETRUK    YOGYAKARTA    PTB TECHNO DEVIL B-PAZZ    SATRIA FU    8,841
                      
                      
KELAS 10 SPORT 2T TU S/D 140CC                      
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    29    DADANG HANDARU    YOGYAKARTA    TRIPLE R JAYAPURA    YAMAHA RX-Z    7,814
2    26    EKO CHODOK    SEMARANG    ALIFKA MTR    YAMAHA RX-Z    7,849
3    60    AGUNG UNYIL    SIDOARJO    HOKBUN MOTOR BELTIM    YAMAHA TOUCH    7,919
4    72    ADI S. TUYUL    PANDAAN    BJ BOYS    YAMAHA RX-Z    7,943
5    18    GALANG RIZKY    SURABAYA    BY BOYS    YAMAHA RX-Z    7,980
                      
                      
KELAS 7 BEBEK 4T TU S/D 130CC        
              
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    157    STEVANUS NAWIR    SEMARANG    PELI'S KAWAHARA RACING    YAMAHA JUPITER    8,750
2    26    EKO CHODOK    SEMARANG    ALIFKA MTR    YAMAHA JUPITER    8,789
3    72    ADI S. TUYUL    BANDUNG    CHINSAI DOT COM    YAMAHA JUPITER    8,814
4    180    ANDHI GANDOZ    SIDOARJO    JEPANK MOTOR    YAMAHA JUPITER    8,834
5    60    AGUNG UNYIL    PANDAAN    JEPANK AGP SHOLEH    YAMAHA JUPITER    8,901
                      
                      
KELAS 1 BEBEK 2T TU S/D 116CC     
                 
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    26    EKO CHODOK    SEMARANG    ALIFKA MTR    SUZUKI RG-SPORT    7,966
2    103    DANI GENJIK    BOYOLALI    GARMOS CEM K2T    YAMAHA F1-ZR    8,124
3    29    DADANG HANDARU    YOGYAKARTA    MIHAMA    YAMAHA F1-ZR    8,226
4    88    VP PUTRA MBOTED    YOGYAKARTA    CREAM PIE    YAMAHA F1-ZR    8,278
5    117    FRIGIED    BOYOLALI    GARMOS CEM K2T    YAMAHA F1-ZR    8,387
                      
                      
KELAS 4 BEBEK 4T TU S/D 105CC                      
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    177    RICKO BOCEL    KEDIRI    CRH GASS    YAMAHA VEGA    9,239
2    26    EKO CHODOK    SEMARANG    OJ FROGZ SPEED    YAMAHA JUPITER    9,338
3    60    AGUNG UNYIL    SURABAYA    KOLOR IJO WOR-WOR    YAMAHA JUPITER    9,342
4    72    ADI S. TUYUL    PANDAAN    KOLOR IJO WOR-WOR    YAMAHA JUPITER    9,420
5    86    DENY WEL-WEL    YOGYAKARTA    OJ GILA BALAP FROGZ SPEED    YAMAHA JUPITER    9,441
                      
                      
KELAS 12 SPORT 2T STD S/D 150CC (RANGKA STANDAR)                      
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    26    EKO CHODOK    SEMARANG    ALIFKA MTR    KAWASAKI NINJA    7,988
2    29    DADANG HANDARU    YOGYAKARTA    TRIPLE R JAYAPURA    KAWASAKI NINJA    8,237
3    33    AGUS KOCEL    YOGYAKARTA    CREAM PIE    KAWASAKI NINJA    8,239
4    147    UCIL    TEMANGGUNG    ALIFKA MTR    KAWASAKI NINJA    8,247
5    87    ANTONIUS PETRUK    YOGYAKARTA    ALIFKA MTR    KAWASAKI NINJA    8,273
                      
                      
KELAS 8 BEBEK 4T TU S/D 130CC (PEMULA)                      
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    263    SIGIT PD    YOGYAKARTA    IBLIZ GUNUNG    YAMAHA JUPITER    8,935
2    111    FERNANDO    MUNTILAN    OJ GILA BALAP C'PUR SPEED    YAMAHA JUPITER    8,988
3    61    BAGUS UCIL    MAGELANG    TMS    YAMAHA VEGA    9,001
4    80    RULLY HENDRA    YOGYAKARTA    POETRA MAHESA    YAMAHA CRYPTON    9,036
5    70    D'HENDI PLAST    PURBALINGGA    MUTIARA DELA    YAMAHA CRYPTON    9,337
                      
                      
KELAS 18 MATIC S/D 155CC  
                   
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    55    M. HAMBALI    JAKARTA    YSS RFT RIFTECH    YAMAHA MIO    9,481
2    46    NEFI NA    SEMARANG    SETAN BUDEG    YAMAHA MIO    10,397
3    64    ENDY    SEMARANG    SETAN BUDEG    YAMAHA MIO    10,463
                      
                      
KELAS 9 BEBEK 4T TU S/D 200CC  
                   
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    209    TONY MONTANA    JAKARTA    SMS FACTORY BERKAH NEW JAYA    SZUKI SHOGUN    8,298
2    27    TAUFIK OMPONK    YOGYAKARTA    TECHNO DEVIL JURAGAN BAKO    SATRIA FU    8,356
3    135    AMIR CERIA    JAKARTA    35 WORK SHOP JAKARTA    SUZUKI SHOGUN    8,438
4    87    ANTONIUS PETRUK    YOGYAKARTA    PTB TECHNO DEVIL B-PAZZ    SATRIA FU    8,453
5    157    STEVANIUS NAWIR    SEMARANG    YONGKEY BST TECH    YAMAHA JUPITER    8,484
                      
                      
KELAS 11 SPORT 2T TU S/D 155CC                      
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    26    EKO CHODOK    SEMARANG    MBRAMO    KAWASAKI NINJA    7,670
2    60    AGUNG UNTIL    SIDOARJO    HOKBUN MOTOR BELTIM    YAMAHA TOUCH    7,771
3    87    ANTONIUS PETRUK    YOGYAKARTA    ALIFKA MTR    KAWASAKI NINJA    7,826
4    169    ACHONK    JAKARTA    COMMCELL RACING INDRAMAYU    KAWASAKI NINJA    7,837
5    27    TAUUFIK OMPONK    YOGYAKARTA    ALIFKA MTR    KAWASAKI NINJA    7,855
                      
                      
KELAS 19 MATIC S/D 200CC  
                   
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    16    F. TUMI    SURABAYA    D2M-PELLS    YAMAHA NUOVO    8,326
2    169    ACHONK    JAKARTA    D2M-PELLS    YAMAHA NUOVO    8,426
3    157    STEVANUS NAWIR    SEMARANG    PELL'S KAWAHARA RACING    YAMAHA MIO    8,440
4    86    DENY WEL-WEL    YOGYAKARTA    OJ GALEK FAUZA    YAMAHA MIO    8,445
5    10    ADI PLENTIZ    TRENGGALEK    KATE2 CAPONK SPEED    YAMAHA MIO    8,459
                      
                        
KELAS 6 BEBEK 4T TU S/D 115CC (PEMULA)                        
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    300    IVO PRECIL    YOGYAKARTA    AYO ALE2 MBOTED    YAMAHA VEGA    9,167
2    186    RIAN ABENK    YOGYAKARTA    CHE'DUCKZ ABENK    YAMAHA JUPITER    9,380
3    11    WAWAN KAWUN    YOGYAKARTA    MKO TRAH YATIM    YAMAHA VEGA    9,468
4    30    ADILA ALIF    YOGYAKARTA    CREAM PIE    YAMAHA VEGA    9,605
5    12    BAREP    SLEMAN    MKO TRAH BUTHEG GASS POL    YAMAHA VEGA    9,692
                      
                      
KELAS 3 BEBEK 2T STANDART S/D 116CC                      
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    88    VP PUTRA MBOTED    YOGYAKARTA    CREAM PIE    YAMAHA F1-ZR    8,678
2    74    ARIP DEALL'Z    YOGYAKARTA    CREAM PIE    YAMAHA F1-ZR    8,807
3    163    DAVID KANCIL    KEDIRI    CRH GASS    YAMAHA F1-ZR    8,822
4    72    ADI S. TUYUL    PANDAAN    KOLOR IJO    YAMAHA F1-ZR    8,846
5    102    WAHYU    KLATEN    NN ONDE-ONDE    YAMAHA F1-ZR    9,105
                      
                      
KELAS 13 SPORT 4T TU S/D 200CC                      
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    86    DENY WEL-WEL    YOGYAKARTA    OJ GILA BALAP FROGZ SPEED    HONDA GL    8,120
2    26    EKO CHODOK    SEMARANG    OJ FROGZ SPEED    HONDA CB    8,197
3    82    TOMMY KANCIL    CARUBAN    D'MITZ SAKTI    HONDA CB    8,300
4    163    DAVID KANCIL    KEDIRI    SANTENIK BIMA    HONDA GL    8,303
5    27    TAUFIK OMPONK    YOGYAKARTA    POETRA MAHESA    HONDA MEGAPRO    8,405
                      
                      
KELAS 16 FFA 4T S/D 250CC                      
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    72    ADI S. TUYUL    PANDAAN    KOLOR IJO WOR-WOR    KTM    7,810
2    163    DAVID KANCIL    KEDIRI    AGP SHOLEH    YAMAHA YZ-F    8,043
3    2    SINYO MARCELL    MADIUN    KOLOR IJO     KTM    8,055
4    27    TAUFIK OMPONK    YOGYAKARTA    KOLOR IJO WOR-WOR    KTM    8,060
5    26    EKO CHODOK    SEMARANG    OJ SAKIT HATI LAGI    HONDA TIGER    8,174
                      
                      
KELAS 2 BEBEK 2T TU S/D 125CC                      
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    41    RIZKY UNYIL    MALANG    BOFS ANNDTHOK #12    SUZUKI SATRIA    7,992
2    103    DANI GENJIK    BOYOLALI    GARMOS CEM K2T    YAMAHA F1-ZR    8,128
3    87    ANTONIUS PETRUK    YOGYAKARTA    ALIFKA MTR    SUZUKI RG-SPORT    8,141
4    6    WAHYU MACRIM    YOGYAKARTA    SETIA BUDI SANJAYA    SUZUKI SATRIA    8,163
5    8    BOWO CHEETAH    YOGYAKARTA    SETIA BUDI SANJAYA    SUZUKI SATRIA    8,187
                      
                      
KELAS 5 BEBEK 4T TU S/D 115CC                      
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    177    RICKO BOCEL    KEDIRI    JEPANG YUDICELL    YAMAHA JUPITER    9,038
2    86    DENY WEL-WEL    YOGYAKARTA    OJ GILA BALAP FROGZ SPEED    YAMAHA JUPITER    9,087
3    60    AGUNG UNYIL    PASURUAN    JEPANK ZR    YAMAHA JUPITER    9,144
4    39    DANANG SINOGO    YOGYAKARTA    SINOGO BUAH RAYA    HONDA C-86    9,181
5    74    ARIP DEALL'Z    YOGYAKARTA    OJ GILA GANG BANG    YAMAHA JUPITER    9,191
                      
                      
KELAS 17 FFA 2T S/D 250CC                      
                      
POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    8    BOWO CHEETAH    YOGYAKARTA    SABATI SANJAYA    YAMAHA YZ-250    7,426
2    26    EKO CHODOK    SEMARANG    MBRAMO    KAWASAKI NINJA    7,603
3    27    TAUFIK OMPONK    YOGYAKARTA    SABATI SANJAYA    YAMAHA YZ-250    7,687
4    39    DANANG ABENK    YOGYAKARTA    CHE'DUKZ ABENK ERDEVE    YAMAHA YZ-250    7,788
5    103    DANI GENJIK    BOYOLALI    GARMOS CEM K2T    YAMAHA RX-Z    7,818
                      
                      
KELAS 15 MATIC S/D 350CC                      
                        

POS    #    NAMA    KOTA    TEAM    KENDARAAN    TIME
1    135    AMIR CERIA    JAKARTA    35 WORK SHOP JAKARTA    YAMAHA MIO    8,325
2    177    RICKO BOCEL    SURABAYA    PELL'S KAWAHARA RACING    YAMAHA MIO    8,381
3    157    STEVANUS NAWIR    SEMARANG    PELL'S KAWAHARA RACING    YAMAHA MIO    8,438
4    26    EKO CHODOK    SEMARANG    PELL'S KAWAHARA RACING    YAMAHA MIO    8,486
5    87    ANTONIUS PETRUK    YOGYAKARTA    JAYA MANDIRI    YAMAHA MIO    8,621

mio mania

3884dragbike-kemayoran-yudi.jpgBukan cuma ramai di road race, skubek juga heboh di arena karapan motor alias drag bike. Motor matik itu punya sejuta dukungan jadi kelas favorit. Teknik handling mudah, teknologi tersedia dan motor juga murah didapat. Itu membuat catatan waktu mudah terpangkas. Kalau dua tahun lalu, matik hanya main kisaran 9 detik pada lintasan 201 meter. Kini makin tajam, 7 detik.

Di TDR YSS Comet Drag Bike Championship 2010 (TYCDC), yang digelar di Kemayoran, Sabtu-Minggu, 30-31 Januari 2010, dominasi matik sangat menggila. Mereka mengisi 120 starter dari jumlah total 480-an lebih.3885dragbike-kemayoran(eko)-yud.jpg

Eko Chodox, juara kelas 350 cc tembus 7,721 detik. Itu melampaui torehan waktu Agung Unyil yang juara FFA 2-tak 250 cc yang selama ini jadi kelas idola. "Aspal memang jelek. Bergelombang. Mengganggu sekali. Itu faktor motor 2-tak susah kencang," terang Haji Oni, sesepuh drag Jakarta.

Buruknya aspal lintasan, tenaga sering hilang. Motor sering goyang. Peak power gak pernah linier atau rata. Tenaga terpengaruh guncangan roda. "Kalau aspal lebih bagus, Mio punya kita bisa lebih kencang," terang Teddy Hartono, boss Mitra2000 yang sekaligus jadi sponsor utama event garapan Trendypromo Mandira (TM) itu.

Apapun, faktanya memang matik makin jadi primadona. Primadona di harian dan juga balap. Rantai bisnisnya memang begitu. “Jika penjualan untuk harian tinggi, pasti akan diikuti turunannya. Misalnya, bisnis variasi sampai balapnya. Itu lah matik saat ini,” terang Helmy Sungkar, pemilik TM.

3886dragbike-kemayoran(pells)-y.jpgPeserta bukan hanya dari Jakarta. Pembalap Jawa Tengah dan Jawa Timur juga ikut menyerbu. "Motornya mudah didapat. Mau riset sekarang juga banyak part yang mendukung. Apalagi di Thailand sudah ramai. Patokannya makin mudah," analisis Yongi Setiadi, tokoh drag asal Jawa Barat.

Secara teknik balap, adu lempeng matik juga relatif mudah. Gak usah sampai pikun mikirin pindah gigi. Atau mengatur reduksi rasio agar bisa pas ketemu tenaga puncak pada 201 meter.

"Cukup pandai mengurut rpm, dicari tenaga maksimal sejak putaran awal. Selanjutnya tinggal betot," kiat Eko Chodox yang juara tadi.

Menurut joki langganan juara itu, geber matik tidak seperti drag 2-tak. "Bukan spontan dibuka kayak biasa. Memang, kalau didenger suaranya, kayak kurang sangar. Beda kalau dibuka langsung yang seolah-olah langsung mengeluarkan tenaga. Tapi, sebenarnya malah memangkas waktu. Bisa slip, atau muntahnya tenaga tidak pas. Motor malah jadi turun di putaran tengah," pasti Eko.

Sementara untuk riset, mekanik daerah yang berbekal otak dan kreativitas juga mulai menandingi teknologi pesat yang masuk ke Indonesia. "Saya kira untuk meraih 7 detik bersih terbuka peluangnya," terang Arif Sigit Wibowo, mekanik dari Pell's Racing, Solo.

Menurut Pele - sapaan akrab Arif Sigit - pesatnya teknologi Thailand bisa jadi patokan. "Berbagai part dan teknologi bisa jadi rujukan. Ditambah dengan kreasi mekanik, skubek akan terus berkembang di arena drag," tambahnya.

Menurut Pele - sapaan akrab Arif Sigit - pesatnya teknologi Thailand bisa jadi patokan. "Berbagai part dan teknologi bisa jadi rujukan. Ditambah dengan kreasi mekanik, skubek akan terus berkembang di arena drag," tambahnya.